08 September, 2012

Tips Jasa Foto Pre-wedding

Usaha Jasa Foto Pre-wedding kini kian marak dilakoni oleh Fotografer, dan banyak yang berpendapat terdapat peluang besar di dalamnya. Posting kali ini fotopreneur akan memberikan beberapa tips dalam memotret pre-wedding dengan peralatan minim. So here we go...




Confidence
Yah!Percaya diri, Ini adalah hal pertama yang harus Anda lakukan pertama kali. Sekali Anda tidak percaya diri di depan klien, maka saat itu pula sang klien akan merasakannya. Dalam bisnis foto pre-wedding, klien tidak hanya membeli hasil foto Anda, tidak hanya kemampuan Anda sebagai fotografer tetapi juga membeli kepribadian Anda. Yang kami maksud disini adalah latih kemampuan interpersonal Anda, bagaimana Anda memaparkan konsep kepada klien, bagaimana Anda membuat mood klien nyaman dan gembira sepanjang sesi foto. Tunjukkan profesionalitas meski di tangan Anda hanya sebuah kamera DSLR entry level dengan lensa kit kebanggaan. Lensa kit bukanlah produk gagal, jadi kemampuannya juga bisa diandalkan. Gear itu penting, tapi lebih penting adalah menyiapkan skill foto. Jadi Anda tahu mana dulu yang harus disiapkan :)

fotopreneur-pict
Konsep Kreatif
Sekarang ini banyak dijumpai jasa foto pre-wedding, apabila Anda perhatikan dengan seksama, mulai dari konsistensi konsep yang mereka gunakan, konsistensi warna dalam portofolio, dan venue foto yang sering digunakan, dan lain-lain. Masing-masing vendor memiliki karakteristik atau taste mereka sendiri. So bagaimana dengan Anda? Ciptakanlah ide kreatif sendiri yang unik tetapi diterima oleh pasar. bisa dengan mengambil tema olahraga, atau hobi dari klien Anda, seperti pada foto di bawah ini misalnya. perlu diingat perkembangan zaman sangat cepat, analisalah ekpektasi dari pasar, tinggalkan foto pre-wedding dengan konsep kedua pasangan memakai baju putih dan berpura-pura menunjuk sesuatu... (come on, it so old fashion dude!)
aku-dan-dia-photography
courtesy of : aku&dia photography
Maksimalkan Bokeh
Teknik dasar yang pertama untuk membuat foto Anda lebih daripada foto standar, yang pertama Anda lakukan, pilih format RAW+L di kamera Anda dan ciptakan hasil foto layaknya bidikan lensa mahal. Maksimalkan apperture lensa kit (F-3.5) atau gunakanlah lensa fix 50 mm yang cukup terjangkau harganya  untuk menghasilkan bokeh yang aduhai!. Cara pertama adalah menempatkan objek foto jauh dari background, lalu dekatkan lensa dengan objek (usahakan tidak melakukan zooming) agar apperture tidak berubah. Perlu dingat, lakukan teknik ini dalam kondisi siang hari atau pencahayaan cukup banyak.
courtesy of : aku&dia photography
Perbanyak Aksesoris
Aksesoris pakaian adalah solusi pintar dalam menutupi kekurangan foto. Edukasi klien agar memakai pakaian yang bergaya lengkap dengan aksesoris fashion atau pendukung (seperti rangkaian bunga tangan, dll). Usaha ini akan semakin manis dengan mengubah komposisi warna menggunakan white balance pada kamera.
Maksimalkan Teknik Editing Photoshop
Configurasi color balance, mengatur saturation, dan menambah color filter bisa Anda lakukan untuk menyempurnakan foto pre-wedding. Ingat disinilah jurus pamungkas untuk menjadikan foto Anda beda. Belajarlah dari teman yang peka terhadap jiwa seni, teman dari disiplin ilmu Desain Komunikasi Visual misalnya, mereka tentunya mengetahui dasar-dasar penggunaan warna yang baik. Mintalah arahan dan advice dalam proses editing, karena apa bila editing Anda jelek (maksud kami, setiap orang bisa menguasai photoshop, tetapi apakah itu yang diminati klien Anda) tentu itu akan menghancurkan kualitas foto Anda. Jika ingin instant, unduh beberapa action yang gratis di berbagai forum, maka dengan sekali KLIK! Dapatkan foto dengan warna spesial. Terakhir, atur foto membentuk sebuah kolase yang simple dan menarik.

Kemas Foto dengan Baik
Tahap ini adalah tahap finishing. Cetak foto Anda di tempat terpercaya, gunakan kertas foto (doff/glossy) sesuai selera klien. Lakukan laminasi foto (juga berdasarkan kesepakatan awal). Pilihlah bingkai cantik dan minimalis (disesuaikan dengan nuansa foto). Jika masih tersisa modal, bungkuslah dengan kreatif layaknya sebuah lukisan mahal.
Langkah terakhir Anda adalah menyiapkan portofolio yang kuat, karena client bisa jatuh cinta pada pandangan pertama hanya dari portofolio. Apabila portofolio bentuk cetak mahal, mulailah dari website & social media. Upload hasil karya terbaik Anda minimal 1x semingu! Selamat mencoba!
sumber foto: aku&dia photography

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar